paket outbound murah magelang : paket outbound Fullday

OUTBOUND Paket 1 Day merupakan kegiatan OutBound yang dikemas dalam satu hari secara singkat namun padat selama kurang lebih 5 - 8 jam untuk menggali kepercayaan, potensi diri, meningkatkan kerjasama dan kualitas kerja.

*** Program Training diapandu langsung Trainer Motivator***
Biaya :
Program ONLY Rp. 145.000,-/orang

Paket Spesial Rp. 230.000,-/orang
(Min. 30 orang)
Lokasi :
Kebun Wisata Watu Simbar Gunungpati
Greenvalley Bandungan

( Dapat dilaksanakan di lokasi lainnya sesuai pilihan anda  dengan biaya menyesuaikan** )

Materi Program :
Ice Breaking, Fun Games, Trust Building Games, Effective Communication Games, Team Building Games, Problem Solving Games, Synergy Games, Debrief, Comitment Games

Fasilitas :

Materi Program, Ticket Lokasi + Sewa Areal, Perlengkapan Kegiatan, Trainer / Fasilitator, Makan 1x, Coffee Break 1x, Snack 1x, , Mineral Water,  Spanduk ”kegiatan sesuai tema ”(Bahan Banner),  Standard Medicine, Free Foto Dokumentasi menggunakan kamera SLR  (Soft Copy)

Rundown Acara 1 Full Day
08.45 – 09.00 : Peserta Tiba dilokasi kegiatan
09.00 – 09.15 : Welcome Drink
09.15 – 09.30 : Ice Breaking
09.30 – 09.35 : Pembukaan oleh Team Cakrawala
09.30 – 09.35 : Sambutan oleh Panitia (mewakili perusahaan)
09.35 – 09.45 : Prinsip Dasar Outbound
09.45 – 10.00 : Grouping Games
10.00 – 10.30 : Yelling Group + In Group Felling
10.30 – 11.15 : Games Pensolidan Kelompok
11.15 – 12.00 : Trust Building Games
12.00 – 13.00 : Istirahat, Sholat dan Makan Siang
13.00 – 13.15 : Enegizer Games
13.15 – 14.00 : Effective Communication Games
14.00 – 14.45 : Team Building Games
14.45 – 15.30 : Problem Solving Games
15.30 – 15.45 : Coffe Break **
15.45 – 16.30 : Sinergy Games
16.30 – 16.40 : Debrief Seluruh Games
16.40 – 16.45 : Comitmen Bersama (Tanda Tangan di Spanduk)
16.45 – 17.00 : Closing ceremony
Nb :
Games disesuaikan dengan tujuan perusahaan mengadakan kegiatan Outbound Training

Family Gathering...seruuuu


 Magelang Adventure  adalah Provider Outbound dan pelatihan yang sangat konsen dalam hal pengembangan SDM, Salah satu produk kami adalah Family Gathering. Family Gathering adalah momentum yang sangat penting dalam sebuah perusahaan karena pada momentum ini semua keluarga baik itu suami, istri, ayah, ibu, anak, bahkan cucu berkumpul menjadi satu untuk berpartisipasi untuk kegiatan ini, untuk lebih mengenal satu keluarga dengan keluarga lainnya dan juga agar perusahaan dapat lebih dekat lagi dengan keluarga dari para karyawan maupun staff dari perusahaan tersebut, dan juga sebagai ungkapan terima kasih perusahaan kepada keluarga staff atau karyawan atas dukungannya kepada suami, istri, anak atau cucu untuk tetap bekerja dan membantu perusahaan dengan baik.
Program family gathering dapat dilakukan dengan memadukan kegiatan outbund teambuilding dengan lokasi pilihan di Bandungan, Salatiga Magelang, kami menawarkan program family gathering dengan program yang menarik dan memiliki nilai dalam kegiatan program tersebut, jadi perusahaan tidak akan percuma mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk mengadakan kegiatan ini.
Untuk program family gathering kami menawarkan program yang mendidik dan program yang menghibur, program yang mendidik kita akan mengadakan kegiatan fun outbound untuk membangun kebersamaan pencairan suasana untuk menjadikan peserta lebih dekat dan mengenal satu sama lain, untuk kegitan outbound pasti nya kita akan mengadakan on the field atau dilapangan dan juga program yang menghibur on the stage, untuk program on the stage biasa kita menyajikan hiburan-hiburan yang menarik seperti live musik baik itu dengan konsep electone, organ tunggal, akustik, band dan lainnya sesuai dengan keinginan dari klien, atau perfomance menarik dari artist atau dari orang-orang yang memang berkopeten dalam dunia entertaiment seperti sulap badut, komedian dan lain sebagai nya, dan on the stage juga biasa kita membantu untuk mebagi-bagikan hadiah atau doorprize yang disiapkan oleh panitia.


Tentang "sesuatu"





Seorang pemuda membawa ayahnya yang telah tua dan agak pikun ke sebuah restoran terbaik di kotanya. Ketika makan, tangan sang ayah gemetar sehingga banyak makanan tumpah dan tercecer mengotori meja, lantai, dan bajunya sendiri. Beberapa pengunjung restoran, melirik situasi tersebut.


Namun pemuda itu terlihat begitu tenang. Ia membantu dengan sabar dan menanti sang ayah selesai makan. Setelah selesai, ia membawa sang ayah ke kamar mandi, untuk dibersihkan tubuh dan pakaiannya dari kotoran. Setelah itu, ia mendudukkan ayahnya kembali di kursi, dan dengan tenang ia pun membersihkan makanan yang tercecer di sekitar meja tempat ayahnya makan, Kemudian, ia membayar tagihan makan malam pada kasir restoran itu, menghampiri ayahnya, dan menuntunnya keluar.


Pemilik restoran yang sedari tadi mencermati perilaku pelanggannya ini, bergegas keluar menyusul si pemuda yang sedang menuntun ayahnya itu. Setelah berhasil menyusul, ia berkata, “Terima kasih, Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoranku.”


Pemuda itu balik bertanya, “Memangnya barang berharga apa yang aku tinggalkan…?”

Sambil menepuk pundak si pemuda, pemilik restoran berkata, “Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua, tentang luhurnya nilai berbakti kepada orang tua.”


“Bakti” bagi setiap orang terhadap orangtuanya, tentu tidak sama satu sama lain, karena situasi yang berbeda-beda. Tapi yang pasti: bakti adalah hal yang tidak bisa kita abaikan. Seburuk apa pun rupa maupun kondisi orangtua kita, mereka tetap layak dan harus dihormati.



Untuk mendapatkan informasi produk-produk training kami, silakan hubungi:
Gg. Salak, Muntal, Gunungpati
Kota Semarang, Jawa Tengah
Telp. (024) 7691 7578
HP. 085-640-750-440 Solikin
HP. 085-640-398-242 Suratman
Kita Perlu Meluangkan Waktu

Kita Perlu Meluangkan Waktu


luangkan waktumu
Aku menghabiskan satu jam di sebuah bank dengan ayahku. Beliau hendak mentransfer sejumlah uang. Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya. “Kenapa tidak aktifkan saja internet banking?”
“Kenapa kita mesti melakukan itu?” Ayahku balik bertanya.
“Ya, supaya kita tidak perlu menghabiskan sejam hanya untuk transfer. Kita bahkan bisa belanja online, dan segala sesuatunya akan menjadi sangat mudah.” Aku begitu bersemangat memperkenalkannya pada dunia internet banking.
Ayahku lantas bertanya, “Jadi kita tidak harus keluar rumah?”
“Ya, ya betul,” kataku bersemangat. Aku bercerita bahkan sayuran pun bisa dikirim sampai depan pintu. Dan bagaimana perusahaan besar seperti Amazon dan Alibaba mampu mengirim apapun yang kita inginkan dan kita pesan!
Jawaban orangtuaku membuat lidahku tercekat.
“Sejak ayah masuk ke bank hari ini, ayah sudah bertemu dengan 4 teman, mengobrol sebentar dengan pegawai bank yang sudah mengenal keluarga kita dengan baik. Kamu tahu, Nak, ayah dan ibumu kan tinggal sendirian. Temanlah yang kami perlukan.”
Ayahku melanjutkan. “Saat ini, bagi ayah, pertemuan dengan orang lain terasa penting. Dua tahun lalu, Ayah jatuh sakit. Pemilik warung langganan dan anaknya menjenguk ayah, duduk di ruang keluarga, menemani mengobrol dan menghibur kami. Ketika ibumu jatuh waktu jalan pagi beberapa hari lalu, petugas keamanan keliling melihatnya dan segera mengantarkan ibu ke rumah, sebab ia tahu di mana kami tinggal.”
“Apakah ayah dan ibu akan mengalami sentuhan manusia jika segala sesuatunya menjadi online? Ayah ingin mengenal pribadi yang sedang berelasi dengan ayah. Bukan sekedar ‘seller’. Ini menciptakan ikatan dan rasa aman. Nak, teknologi memang penting tapi bukanlah inti kehidupan. Ingat untuk meluangkan waktu bersama orang-orang di sekitarmu, bukan dengan gadget.”

copied from: https://iphincow.com/2016/07/12/luangkan-waktumu/#more-1352
Karena Ibu Selalu Bersama Kita

Karena Ibu Selalu Bersama Kita

Karena Ibu Akan Selalu Bersama Kita
Alkisah, ada seorang ibu muda yang menapakkan kakinya di jalan kehidupan. “Jauhkah perjalanannya?” tanyanya. Dan si pemandu menjawab, “Ya, jalurnya berat. Dan kau akan menjadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan. Tapi akhir perjalanan akan lebih baik dari awalnya.”
Ibu muda itu tampak berbahagia, tapi dia tidak begitu percaya kalau segala sesuatunya bisa lebih baik dari masa-masa yang sudah dilewatinya. Ibu itu pun bermain-main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga bagi mereka di sepanjang perjalanan, memandikan mereka di sungai yang jernih. Mereka bermandikan sinar matahari yang hangat. Ibu muda itu bersuara kencang, “Tidak ada yang lebih indah dari ini.”
Ketika malam tiba, terjadi badai yang membuat jalanan menjadi gelap. Anak-anak bergetar ketakutan dan kedinginan. Sang ibu mendekap anak-anak dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. Anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak takut karena engkau ada di dekat kami. Karena ada ibu, kami tidak akan terluka.”
Esok paginya, ibu dan anak-anaknya mendaki sebuah bukit. Lama-kelamaan mereka menjadi lelah. Namun, sang ibu selalu berkata pada anak-anaknya, “Sabarlah sedikit lagi, kita pasti akan sampai.” Kata-kata itu cukup membuat anak-anak bersemangat kembali untuk melanjutkan pendakian mereka. Dan ketika akhirnya tiba di atas bukit, anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak akan bisa sampai di sini tanpamu.”
Dan ketika berbaring di malam hari, sang ibu memandangi bintang-bintang dan mengucap syukur, “Hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, karena anak-anak saya belajar bersikap tabah dalam menghadapi kesusahan. Kemarin, saya memberi mereka keberanian. Hari ini, saya memberi mereka kekuatan.”
Dan keesokan harinya, datang awan tebal yang menggelapkan bumi, awan peperangan, kebencian dan kejahatan. Membuat anak-anak itu tersandung dan terjatuh, tapi sang ibu berusaha menguatkan mereka, “Lihatlah ke arah cahaya kemuliaan itu.” Anak-anak itu pun menuruti. Di atas awan terlihat cahaya yang bersinar sangat terang, dan cahaya itulah yang membimbing mereka melewati kegelapan itu. Malam itu berkatalah sang ibu, “Inilah hari yang terbaik. Karena saya sudah menunjukkan Tuhan pada anak-anak saya.”
Hari pun berlalu dengan cepat, lalu berganti dengan minggu, bulan, dan tahun. Sang ibu pun mulai menua dan tubuhnya menjadi membungkuk. Sementara, anak-anaknya bertumbuh besar dan kuat, serta berjalan dengan langkah berani. Ketika jalan yang mereka lalui terasa berat, anak-anak itu akan mengangkat ibu mereka. Pada akhirnya sampailah mereka di sebuah bukit. Di atas sana, mereka bisa melihat sebuah jalan yang bercahaya dan gerbang emas dengan pintu terbuka lebar. Sang ibu berkata, “Ini sudah akhir perjalanan. Dan sekarang saya tahu, akhir perjalanan ini memang lebih baik daripada awalnya karena anak-anak saya bisa berjalan sendiri, dan begitupun cucu-cucu saya.”
Dan anak-anaknya berkata, “Ibu akan selalu menyertai kami, sekalipun Ibu sudah pergi melewati gerbang itu.” Dan anak-anak itu melihat ibu mereka berjalan sendiri, lalu gerbang itu tertutup di belakangnya. Anak-anak itu berkata lagi, “Kami memang tidak melihatnya lagi, tapi Ibu tetap ada bersama kami. Seorang ibu seperti Ibu kami lebih dari sekadar memori. Dia selalu hidup di hati kami.”
Sama seperti dalam kisah di atas, Ibu kita pun selalu bersama kita. Dia bagai suara desiran dedaunan saat kita berjalan menyusuri jalan. Ibu kita hadir di tengah canda tawa kita. Dia mengkristal di setiap airmata kita. Dialah tempat kita berasal, rumah kesayangan kita; dan dialah peta yang mengarahkan langkah yang kita ambil. Dialah cinta kita, dan tidak ada satu pun hal yang bisa memisahkan kita dengan ibu kita. Tidak juga waktu, atau tempat….ataupun kematian. Karena Ibu akan selalu bersama kita.

via: https://iphincow.com/2016/04/08/karena-ibu-akan-selalu-bersama-kita/